KARAKTER RISALAH ISLAM
Oleh : KH. Ir. Muhammad Nuskhi, M.Si
Islam adalah
risalah untuk semua zaman dan generasi, bukan risalah yang terbatas oleh masa
atau generasi tertentu. Risalah Islam adalah ajaran Allah SWT yang disampaikan
oleh Rasul dengan tujuan mengajak umat manusia untuk menyembah Allah SWT dan
berbuat ihsan (peduli dengan sesama dan alam raya).
Karakter risalah Islam antara
lain adalah bersifat universal dan tidak menyulitkan.
1. Universal
Islam meliputi seluruh dunia,
semua zaman, kehidupan dan berlaku sepanjang masa. Islam tidak terbatas pada
bangsa maupun status sosial tertentu. Islam merupakan petunjuk dari Allah SWT
bagi segenap manusia dan seluruh alam.
Allah SWT berfirman dalam QS.
Al-Furqan [25] ayat 1 yang artinya, “Maha Suci Allah yang telah menurunkan
Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan
kepada seluruh alam”.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya
para Rasul sebelumku diutus hanya kepada kaum mereka semata, sedangkan aku
diutus kepada manusia seluruhnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Tidak
menyulitkan
Islam adalah agama yang mudah
sesuai dengan fitrah manusia. Islam adalah agama yang tidak menyulitkan. Allah
SWT menghendaki kemudahan kepada umat manusia dan tidak menghendaki kesusahan
kepada manusia.
Allah SWT berfirman dalam QS.
Al-Baqarah [2] ayat 185 yang artinya, “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan
tidak menghendaki kesukaran bagimu”. Dalam QS. Al-Hajj [22] ayat 78, Allah SWT
berfirman, “Allah sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan”.
Rasulullah SAW bersabda, “Agama
yang lebih disukai oleh Allah adalah yang murni dan tidak sulit”.
Kalau diperhatikan dengan
seksama, setiap ibadah dalam Islam disediakan kemudahan-kemudahan. Sebagai
contoh, shalat pada umumnya dilaksanakan dengan berdiri. Akan tetapi, bagi yang
tidak mampu berdiri, ia boleh melakukannya dengan duduk, bahkan bisa dengan
berbaring saja. Berbagai kemudahan agama itu diberikan oleh Allah SWT dengan
tujuan dan maksud yang mulia. Pertama, memastikan agar manusia dapat
menjalankan agama tanpa susah payah baik dari segi ruang atau waktu. Kedua,
mendorong dan memotivasi manusia agar rajin dan semangat menjalankan risalah
Islam, karena bisa dilakukan dengan mudah tanpa menyulitkan.
Jika seorang muslim sudah bisa
mengamalkan risalah Islam dengan baik dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan
cara rajin beribadah kepada Allah dan berbuat ihsan (berbuat baik kepada sesama
manusia dan alam raya) maka gelar taqwa akan diraihnya.
Komentar
Posting Komentar